MIS Ma’arif Bego Luncurkan Kurikulum Operasional
2026/2027 Berbasis Cinta dan Deep Learning
SLEMAN – Yayasan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro
melalui MIS Ma’arif Bego secara resmi memperkenalkan Kurikulum Operasional
untuk tahun ajaran 2026/2027. Kurikulum ini dirancang sebagai sebuah ekosistem
pendidikan holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis
Cinta (KBC) dengan metode Deep Learning (DPL). Pendekatan ini
bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, reflektif,
kontekstual, dan berbasis aksi bagi seluruh siswa.
Visi utama dari kurikulum ini adalah mencetak lulusan dengan
profil "AKU MAU SAMA WALI", yang merupakan akronim dari Akidah
Kuat, Mandiri & Unggul, Akhlak Mulia, dan Berwawasan Lingkungan. Profil
tersebut kemudian dijabarkan ke dalam delapan dimensi karakter, mulai dari
keimanan dan kewargaan hingga penalaran kritis dan kreativitas. Madrasah juga
menekankan penguatan identitas lokal melalui mata pelajaran muatan lokal
seperti Bahasa Jawa, Aswaja, dan program Tahfidz Al-Qur'an.
Arsitektur pembelajaran di MIS Ma’arif Bego dibagi menjadi
tiga pilar utama: intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Salah satu
inovasi uniknya adalah program kokurikuler Gerakan 7 KAIH (Bangun Pagi,
Beribadah, Berolahraga, Makan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur
Cepat) yang berfungsi sebagai jembatan untuk mengubah teori di kelas menjadi
karakter nyata sehari-hari. Selain itu, madrasah juga mewajibkan tujuh program
mandatori, termasuk digitalisasi kelas, kampanye ramah anak, pendidikan
anti-korupsi, serta moderasi beragama.
Untuk menjamin kualitas pendidikan, MIS Ma’arif Bego
menetapkan target prestasi yang ambisius untuk tahun 2026/2027, di antaranya
target rata-rata TKA/TKAD masuk 15 besar Kabupaten Sleman dan target 100%
lulusan fasih membaca Al-Qur'an. Proses evaluasi dilakukan secara berkelanjutan
melalui siklus adaptasi yang melibatkan refleksi harian guru hingga supervisi
klinis oleh kepala madrasah.
Pihak sekolah menegaskan bahwa kurikulum ini bukan sekadar
dokumen administratif, melainkan sebuah "jalan pengabdian" untuk
membentuk generasi yang tangguh secara akademik, moderat, dan siap menjadi
pemimpin bumi yang ramah lingkungan. Melalui sinergi antara guru, orang tua,
dan lingkungan strategis pesantren, MIS Ma’arif Bego optimis dapat mewujudkan
madrasah yang mandiri dan berprestasi hingga kancah dunia