Logo
MI Ma'arif Bego

MIS Ma’arif Bego Luncurkan Kurikulum Operasional 2026/2027 Berbasis Cinta dan Deep Learning

09 Jul 2026    admin    Uji Publik KBC Tahun Ajaran 2026/2027

MIS Ma’arif Bego Luncurkan Kurikulum Operasional 2026/2027 Berbasis Cinta dan Deep Learning

SLEMAN – Yayasan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro melalui MIS Ma’arif Bego secara resmi memperkenalkan Kurikulum Operasional untuk tahun ajaran 2026/2027. Kurikulum ini dirancang sebagai sebuah ekosistem pendidikan holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan metode Deep Learning (DPL). Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, reflektif, kontekstual, dan berbasis aksi bagi seluruh siswa.

Visi utama dari kurikulum ini adalah mencetak lulusan dengan profil "AKU MAU SAMA WALI", yang merupakan akronim dari Akidah Kuat, Mandiri & Unggul, Akhlak Mulia, dan Berwawasan Lingkungan. Profil tersebut kemudian dijabarkan ke dalam delapan dimensi karakter, mulai dari keimanan dan kewargaan hingga penalaran kritis dan kreativitas. Madrasah juga menekankan penguatan identitas lokal melalui mata pelajaran muatan lokal seperti Bahasa Jawa, Aswaja, dan program Tahfidz Al-Qur'an.

Arsitektur pembelajaran di MIS Ma’arif Bego dibagi menjadi tiga pilar utama: intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Salah satu inovasi uniknya adalah program kokurikuler Gerakan 7 KAIH (Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat) yang berfungsi sebagai jembatan untuk mengubah teori di kelas menjadi karakter nyata sehari-hari. Selain itu, madrasah juga mewajibkan tujuh program mandatori, termasuk digitalisasi kelas, kampanye ramah anak, pendidikan anti-korupsi, serta moderasi beragama.

Untuk menjamin kualitas pendidikan, MIS Ma’arif Bego menetapkan target prestasi yang ambisius untuk tahun 2026/2027, di antaranya target rata-rata TKA/TKAD masuk 15 besar Kabupaten Sleman dan target 100% lulusan fasih membaca Al-Qur'an. Proses evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui siklus adaptasi yang melibatkan refleksi harian guru hingga supervisi klinis oleh kepala madrasah.

Pihak sekolah menegaskan bahwa kurikulum ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sebuah "jalan pengabdian" untuk membentuk generasi yang tangguh secara akademik, moderat, dan siap menjadi pemimpin bumi yang ramah lingkungan. Melalui sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan strategis pesantren, MIS Ma’arif Bego optimis dapat mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi hingga kancah dunia


Bagikan: